Selasa, 22 Oktober 2013


Kuhampiri Engkau



SajakArwan kuhampiri engkau

yang terduduk di taman hatiku dengan tangan menyangga dagu

dengan kulitku yang dilumuri embun kubiarkan tubuhku tanpa selembar benang


sekilas terlihat kau mengintip dari sudut matamu, hanya sekilas

engkau kembali menusuk rumput hijau dengan sinar matamu, redup

kulihat rumput-rumput menengadah menatap ngangah

mungkin mengagumi sayu wajahmu yang ayu
Wajah sayu ayu lekat ke wajahku
mata indah tiada berkedip, menyelidik

aku biarkan mata hatimu masuk lewat lorong hitam mataku

agar engkau tahu, hatiku telanjang untukmu dan

kubiarkan, kuresapi kecup bibir matamu dikening hatiku

senyummu mulai beranjak bangkit

kurasakan tangan berkulit bangsawan memagut

bibir pori-pori bungkam terpana

kulit seindah putri raja menyentuhnya dengan rasa percaya
daun-daun mengangguk

tanah tersenyum bijak

daun-daun yang rela menyerahkan embun paginya

untuk jiwaku yang tengkurap saat pagi

tanah yang ikhlas memberikan sapa sejuk embun yang meresapi

untuk jiwaku yang meminta pada fajar